Showing posts with label No limit to learn and move. Show all posts
Showing posts with label No limit to learn and move. Show all posts

PENGURUS KESPPI 2017 (KABINET DEDIKATIF) #NEWKESPPI2017









0

Pandangan Dunia terhadap Islam



Oleh :
Dwi Aristiawan


Istilah pandangan dunia dapat diterapkan kepada prinsip-prinsip kepercayaan dan ideologi yang dapat digunakan dalam kaitannya dengan hal-hal cabang atau peraturan praktis universal. Walaupun tetap harus dicatat bahwa, pandangan dunia maupun ideologi tidaklah mengandung aspek-aspek partikular dari prinsip-prinsip dan cabang-cabang. Ideologi juga dapat, kadang-kadang tumpang tindih dengan pandangan dunia dan mengandung makna-makna dari pandangan dunia. Islam adalah salah satu Agama yang memiliki penganut terbesar di dunia, sehingga Islam menjadi agama yang mengandalkan massa sebagai faktor utama dalam pengembangannya. Islam mengajarkan ummatnya untuk senantiasa menciptakan kedamaian baik dari individu, keluarga, masyarakat secara nasional bahkan Internasional. Islam juga mengajarkan dan menjunjung tinggi toleransi antara ummat beragama, akan tetapi mengapa dimata dunia, islam adalah agama teroris, dan selalu melakukan teror diseluruh pelosok dunia.
Mungkin ini adalah kesalahan persepsi/pandangan terhadap islam, ataukah ada pihak tertentu yang ingin merusak islam. Dalam masalah ini, kita tidak perlu berfikir tentang kesalahan persepsi maupun pihak yang ingin merusak islam. Yang perlu dilakukan adalah intropeksi diri sejauhmana kita telah berpartisipasi dalam menciptakan perdamaian, baik di dalam lingkungan masyarakat maupun diskala universal. Tidak ada satupun agama di muka bumi ini yang mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan pengrusakan, kerusuhan dan teror. Semua agama mengajarkan untuk senantiasa menciptakan kedamaian dalam hidup. Jika hal itu terjadi, baik pengrusakan maupun teror, itu bukan karena agamanya yang mengajarkan demikian, akan tetapi itu adalah murni kesalahan person yang kebetulan memeluk salah satu agama tertentu. Dengan demikian, islam bukanlah agama teroris, dan aksi teror yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, bahkan di beberapa Negara itu adalah murni kesalahan individu, yang kebetulan mereka memeluk agama islam.
Di era global saat ini, perkembangan studi Hubungan Internasional kerap kali meluas sampai mengkaji Islam dan Dunia Internasional, yang dulunya realis menganggap state sebagai sentrik sebuah konflik, melainkan saat ini kajian isu Internasional seperti isu teroris juga merupakan kajian dari Hubungan Internasional. Sejak terjadinya serangan teroris internasional terhadap gedung WTC di Amerika Serikat pada tahun 2001 dan Pentagon dengan menggunakan pesawat terbang komersil yang menjadi tragedy nasional bagi bangsa dan negara Amerika Serikat. Trauma yang sangat mendalam sebagai akibat aksi dari serangan-serangan terorisme tersebut membuat Amerika Serikat sangat reaksioner dalam sikapnya menghadapi issu terorisme yang berkembang saat ini.
Hampir semua negara di dunia merasa terancam dan meningkatkan keamanannya menanggapi isu tersebut. Hal ini masih belum dirasakan oleh negara-negara Asia Tenggara yang pada saat itu masih menganggap isu teroris hanya terjadi di negara-negara maju seperti halnya Amerika Serikat yang notabenenya bersiteru dengan kelompok Osama Bin Laden. Bukan hanya itu saja, isu teror juga merambah ke kawasan Asia Selatan dengan kelompok Taliban yang sering membuat kerusuhan dan aksi teror sampai akhirnya meluas ke kawasan Timur Tengah. Isu terrorisme, ternyata bukan hanya konsumsi wilayah regional tertentu saja seperti Timur Tengah, namun telah menyebar ke wilayah-wilayah regional lainnya yang memiliki potensi konflik dan instabilitas seperti halnya kawasan regional Asia Tenggara.
Konflik intern di negara kawasan tersebut, bisa saja memancing jaringan internasional untuk melakukan aksi-aksi teror di kawasan tersebut. Sebagai contoh aksi terror yang di lakukan oleh gerilyawan Moro di Philipina Selatan. Pada perkembangannya dinilai dapat membahayakan keselamatan warga dan kepentingan AS di kawasan Asia Tenggara. Kemudian di Singapura 25 anggota Jemaah Islamiyah, di Malaysia dan Singapura di duga merupakan suatu jaringan terorisme internasional yang terkait dengan jaringan Al-Qaidah pimpinan Osama Bin Laden. Bersama penangkapan tersebut ditemukan beberapa dokumen yang berisi rencana penyerangan terhadap kepentingan-kepentingan AS di Asia Tenggara seperti di Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Selanjutnya ledakan kecil di sekitar konsulat AS di Bali, kemudian hal ini semakin membuat kawasan tersebut rawan terhadap isu serangan aksi teroris. Islam sering dicitrakan dengan: kebrutalan, terorisme, fundamentalisme, fanatisme, kebencian, dan kekacauan. Beberapa kejadian terorisme akhir-akhir ini terjadi di Indonesia dan pelakunya hampir semuanya orang-orang Islam. Kalangan Barat (orientalis) selalu mengaitkan aktivitas terorisme dengan Islam. Sebagian umat Islam memiliki faham yang tidak benar tentang ajaran Islam, misalnya tentang konsep jihad. Di antara penyebab munculnya aktivitas “terorisme” dalam Islam adalah salah faham tentang jihad.
0

Peran Ilmuwan Muslim dalam Berdakwah




Oleh :
Lailatul Maghfiroh

 
Sebutan ilmuwan pasti tidak jauh dari pengertian seseorang yang memiliki pengetahuan mengenai suatu hal. Kalau begitu, apakah ilmuwan muslim bisa diartikan sebagai seseorang yang mengetahui ilmu Islam?
Ilmuwan muslim adalah seseorang yang beragama Islam dan menggunakan ajaran Islam (terutama Al- Qur’an dan Hadits) sebagai landasan dalam mempelajari suatu fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi seorang ilmuwan muslim memerlukan kerja keras dan juga sikap istiqomah dalam menggunakan ilmunya sebagai acuan analisis kehidupan. Ilmuwan muslim seharusnya tidak hanya bertumpu pada penelitian atau ilmu yang dipelajari, akan tetapi juga terhadap pengaplikasian ilmu-ilmu tersebut. 
Salah satu cara dalam mengaplikasikan ilmu Islam adalah dengan berdakwah. Dakwah bukanlah suatu pengajaran yang hanya boleh dilakukan oleh ustadz, kyai, atau ahli agama yang lain. Pengaplikasian ilmu Islam juga bisa dilakukan oleh para ilmuwan Muslim melalui ilmu yang telah dipelajarinya. Sebagaimana hadits riwayat Muslim:
“Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melaksanakannya”
Sebagai ilmuwan Muslim, metode dakwah merupakan langkah dalam mempererat ukhuwah antar umat. Selain itu, dakwah juga bisa digunakan sebagai media diskusi antar para ilmuwan agar didapatkan persamaan pemahaman terhadap ilmu dalam Islam. Dakwah juga dianjurkan dilakukan kepada suadara-saudara kita yang notabennya adalah non-Muslim. Terlebih karena kita merupakan ilmuwan Muslim, sudah sewajarnya menyampaikan dakwah berdasarkan kajian teori yang telah dilakukan. Berikut berdasarkan Hadits Riwayat Bukhori yang berbunyi:
“Ajaklah mereka memeluk Islam dan beritahu mereka apa-apa yang diwajibkan atas mereka yang berupa hak Allah di dalamnya. Demi Allah, Allah memberi petunjuk kepada seseorang lantaran engkau, adalah lebih baik bagimu daripada engkau memiliki unta merah”
Hal tersebut juga diungkapkan dalam Q.S Ali Imran: 110
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”


Berbagai tantangan pasti akan menerjang, seperti penolakan oleh teman-teman, nada meremehkan yang diberikan olh mereka, bahkan sampai sikap apatis dimana perkataan kia tidak dianggap sama sekali. Akan tetapi, sebagai ilmuwan/cendekiawan Muslim, badai maupun angin topan bukanlah suatu rintangan, melainkan pacuan agar dapat meraih kesuksesan dalam menyebarkan ajaran Islam meskipun hanya sebutir ilmu. So, keep spirit para ilmuwan Muslim agar dapat mendakwahkan ajaran Islam dengan semangat dan kemantaban tekad. *spirit*



0

Feminisme, Its Okay?

Oleh :
Lailatul Maghfiroh



Mendengar kata feminisme, apa yang terlintas di benak teman-teman?

Ya, feminisme atau yang sering disebut dengan emansipasi wanita adalah paham bahwa wanita dapat melakukan kegiatan/pekerjaan seperti halnya pria. Paham feminsime sendiri sudah muncul sejak abad ke 19 di daerah Eropa. Feminsime sendiri timbul karena pada zaman dahulu, banyak wanita yang diperlakukan secara rendah oleh pria, dimana wanita dianggap hanya sebagai pemuas kebutuhan seksual pria. Selain itu, pada zaman dahulu peluang wanita dalam dunia kerja sangat sedikit dibandingkan pria.
Stereotipe atau pandangan-pandangan umum tersebut yang menyebabkan timbulnya gerakan emanispasi wanita, dimana wanita membutuhkan pengakuan bahwa mereka memiliki kompetensi untuk dapat melakukan pekerjaan/aktivitas sejajar dengan pria. Melalui gerakan inilah akhirnya para wanita bisa disetarakan dengan pria di kehidupan sehari-hari. Kesetaraan gender yang dapat dilihat sampai sekarang adalah mengenai tenaga kerja di perusahaan yang sudah banyak memiliki karyawan wanita. Wanita juga sudah banyak yang terjun ke dunia politik, militer, dan lain sebagainya.

Kemudian, bagaimana pandangan Islam mengenai feminisme?

Dalam Islam, wanita dan pria memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S An-Nisa ayat 34, “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian harta mereka. Sebab itu, wanita yang shaleh adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka…”.
Berdasarkan ayat tersebut, jelaslah bahwa laki-laki memiliki peran utama dalam sebuah kepemimpinan dan segala aspek lain. Oleh karena itu, sebagai wanita hendaklah tidak terlalu dominan dalam mencapai eksistensinya di dunia ini, karena hal tersebut jelas menyalahi kodrat seorang wanita. Terlebih dalam kehidupan rumah tangga, feminisme wanita harusnya diperankan dengan mengasuh dan memberikan pendidikan dini kepada anak-anaknya. Bukan malah untuk mendapatkan penghasilan atau pekerjaan yang lebih tinggi dari suami, sehingga anak-anaknya ditelantarkan. Selain itu, wanita juga tidak diperkenankan memiliki rasa iri atas pencapaian yang dilakukan oleh pria sehingga ingin mengunggulinya, hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S An-Nisa ‘ ayat 32:
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikurniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak daripada sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagaian dari kurnia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

So, jadilah wanita yang cerdas, sehingga bisa mengaplikasikan emansipasi wanita dalam porsi yang tepat dan mendatangkan manfaat bagi ummat. :)
 
0

PENGUMUMAN! Berikut STRUKTUR ORGANISASI KESPPI 2016

Struktur Organisasi Kesppi periode 2016

Ketua
Kisa Adentia                           (2014)

Wakil Ketua
Lailatul Maghfiroh                  (2013)

Biro Kesekretariatan
Amelia Kemalaningrum          (2014)
Lailatul Izzah                          (2013)
Ikhda Izzatul Aqiila                (2015)

Siti Mutmainah                       (2015)

Noor Kholifah                         (2014)
Felia Kusuma U.                     (2014)

Biro Keuangan
Lintang Putri P.                       (2014)               
Nuralitasari                              (2014)
Mirna Purwati                         (2013)
Bertha Tya                              (2015)
Dini Hanifah                           (2015)

Departemen POSDM
Herdy Eka S.                           (2014)
M. Rizky Dwi Putra                (2014)
M. Dzikron F.                         (2014)
Edith Dewani A.R                   (2015)
Nurul Khusniatun Nadiah       (2015)
Rizka Luthfatul                       (2015)
Ade Syarifa Fathiawati           (2015)

Departemen Litbang
Pramushinta Dyah W.             (2014)
Nasyiatul Hasanah                  (2014)
Adi Setiawan                          (2014)
Novia Woro P.                        (2015)
Dwi Aristiawan                       (2015)
Fachrunniza                            (2015)
Wiwid Novita                         (2015)
Annesa Ayuningtias               (2015)
Atika Mafaza                          (2015)

Departemen HMJ
Chairani Wulandari                 (2014)
Annisa Permatasari                 (2014)
Nur Azizah                              (2014)
Ananda naftalia S                    (2015)
Adzkia Ra’ida Salm                (2015)
Arina Dina                               (2015)
Diah fatimatuzzahra                (2015)
Ummahtuta Yusfi                    (2015)
Seruni Trie Lyca                      (2015)
Afina Qurrata A.                      (2015)
Zahra                                        (2015)




"       إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا      "
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…” (QS. An-Nisa: 58)
~SELAMAT MENGEMBAN AMANAH BARU~
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com