"Karena Islam adalah jalan hidup, dan Psikologi adalah jalan dakwah, marilah kita wujudkan Psikologi yang Islami!" -Kelompok Studi Pengembangan Psikologi Islam Universitas Diponegoro
Showing posts with label No limit to learn and move. Show all posts
Showing posts with label No limit to learn and move. Show all posts
Pandangan Dunia terhadap Islam
Oleh :
Dwi Aristiawan
Istilah pandangan dunia dapat
diterapkan kepada prinsip-prinsip kepercayaan dan ideologi yang dapat digunakan
dalam kaitannya dengan hal-hal cabang atau peraturan praktis universal.
Walaupun tetap harus dicatat bahwa, pandangan dunia maupun ideologi tidaklah
mengandung aspek-aspek partikular dari prinsip-prinsip dan cabang-cabang.
Ideologi juga dapat, kadang-kadang tumpang tindih dengan pandangan dunia dan
mengandung makna-makna dari pandangan dunia. Islam adalah salah satu Agama yang
memiliki penganut terbesar di dunia, sehingga Islam menjadi agama yang
mengandalkan massa sebagai faktor utama dalam pengembangannya. Islam
mengajarkan ummatnya untuk senantiasa menciptakan kedamaian baik dari individu,
keluarga, masyarakat secara nasional bahkan Internasional. Islam juga
mengajarkan dan menjunjung tinggi toleransi antara ummat beragama, akan tetapi mengapa
dimata dunia, islam adalah agama teroris, dan selalu melakukan teror diseluruh
pelosok dunia.
Mungkin ini adalah kesalahan
persepsi/pandangan terhadap islam, ataukah ada pihak tertentu yang ingin
merusak islam. Dalam masalah ini, kita tidak perlu berfikir tentang kesalahan
persepsi maupun pihak yang ingin merusak islam. Yang perlu dilakukan adalah
intropeksi diri sejauhmana kita telah berpartisipasi dalam menciptakan
perdamaian, baik di dalam lingkungan masyarakat maupun diskala universal. Tidak
ada satupun agama di muka bumi ini yang mengajarkan kepada ummatnya untuk
melakukan pengrusakan, kerusuhan dan teror. Semua agama mengajarkan untuk
senantiasa menciptakan kedamaian dalam hidup. Jika hal itu terjadi, baik
pengrusakan maupun teror, itu bukan karena agamanya yang mengajarkan demikian,
akan tetapi itu adalah murni kesalahan person yang kebetulan memeluk salah satu
agama tertentu. Dengan demikian, islam bukanlah agama teroris, dan aksi teror
yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, bahkan di beberapa Negara itu
adalah murni kesalahan individu, yang kebetulan mereka memeluk agama islam.
Di era global saat ini,
perkembangan studi Hubungan Internasional kerap kali meluas sampai mengkaji
Islam dan Dunia Internasional, yang dulunya realis menganggap state sebagai
sentrik sebuah konflik, melainkan saat ini kajian isu Internasional seperti isu
teroris juga merupakan kajian dari Hubungan Internasional. Sejak terjadinya
serangan teroris internasional terhadap gedung WTC di Amerika Serikat pada
tahun 2001 dan Pentagon dengan menggunakan pesawat terbang komersil yang
menjadi tragedy nasional
bagi bangsa dan negara Amerika Serikat. Trauma
yang sangat mendalam sebagai akibat aksi dari serangan-serangan terorisme
tersebut membuat Amerika Serikat sangat reaksioner dalam sikapnya menghadapi
issu terorisme yang berkembang saat ini.
Hampir semua negara di dunia
merasa terancam dan meningkatkan keamanannya menanggapi isu tersebut. Hal ini
masih belum dirasakan oleh negara-negara Asia Tenggara yang pada saat itu masih
menganggap isu teroris hanya terjadi di negara-negara maju seperti halnya
Amerika Serikat yang notabenenya bersiteru dengan kelompok Osama Bin Laden.
Bukan hanya itu saja, isu teror juga merambah ke kawasan Asia Selatan dengan
kelompok Taliban yang sering membuat kerusuhan dan aksi teror sampai akhirnya
meluas ke kawasan Timur Tengah. Isu terrorisme, ternyata bukan hanya konsumsi
wilayah regional tertentu saja seperti Timur Tengah, namun telah menyebar ke
wilayah-wilayah regional lainnya yang memiliki potensi konflik dan instabilitas
seperti halnya kawasan regional Asia Tenggara.
Konflik intern di negara kawasan
tersebut, bisa saja memancing jaringan internasional untuk melakukan aksi-aksi
teror di kawasan tersebut. Sebagai contoh aksi terror yang di lakukan oleh
gerilyawan Moro di Philipina Selatan. Pada perkembangannya dinilai dapat
membahayakan keselamatan warga dan kepentingan AS di kawasan Asia Tenggara.
Kemudian di Singapura 25 anggota Jemaah Islamiyah, di Malaysia dan Singapura di
duga merupakan suatu jaringan terorisme internasional yang terkait dengan
jaringan Al-Qaidah pimpinan Osama Bin Laden. Bersama penangkapan tersebut
ditemukan beberapa dokumen yang berisi rencana penyerangan terhadap
kepentingan-kepentingan AS di Asia Tenggara seperti di Singapura, Malaysia, dan
Indonesia. Selanjutnya ledakan kecil di sekitar konsulat AS di Bali, kemudian
hal ini semakin membuat kawasan tersebut rawan terhadap isu serangan aksi
teroris. Islam sering dicitrakan dengan: kebrutalan, terorisme,
fundamentalisme, fanatisme, kebencian, dan kekacauan. Beberapa kejadian
terorisme akhir-akhir ini terjadi di Indonesia dan pelakunya hampir semuanya
orang-orang Islam. Kalangan Barat (orientalis) selalu mengaitkan aktivitas
terorisme dengan Islam. Sebagian umat Islam memiliki faham yang tidak benar
tentang ajaran Islam, misalnya tentang konsep jihad. Di antara penyebab
munculnya aktivitas “terorisme” dalam Islam adalah salah faham tentang jihad.
Peran Ilmuwan Muslim dalam Berdakwah
Oleh :
Lailatul Maghfiroh
Sebutan ilmuwan pasti tidak jauh dari pengertian seseorang
yang memiliki pengetahuan mengenai suatu hal. Kalau begitu, apakah ilmuwan
muslim bisa diartikan sebagai seseorang yang mengetahui ilmu Islam?
Ilmuwan muslim adalah seseorang yang beragama Islam dan
menggunakan ajaran Islam (terutama Al- Qur’an dan Hadits) sebagai landasan
dalam mempelajari suatu fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Menjadi seorang ilmuwan muslim memerlukan kerja keras dan juga sikap istiqomah
dalam menggunakan ilmunya sebagai acuan analisis kehidupan. Ilmuwan muslim
seharusnya tidak hanya bertumpu pada penelitian atau ilmu yang dipelajari, akan
tetapi juga terhadap pengaplikasian ilmu-ilmu tersebut.
Salah satu cara dalam mengaplikasikan ilmu Islam adalah
dengan berdakwah. Dakwah bukanlah suatu pengajaran yang hanya boleh dilakukan
oleh ustadz, kyai, atau ahli agama yang lain. Pengaplikasian ilmu Islam juga
bisa dilakukan oleh para ilmuwan Muslim melalui ilmu yang telah dipelajarinya.
Sebagaimana hadits riwayat Muslim:
“Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu
kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melaksanakannya”
Sebagai ilmuwan Muslim,
metode dakwah merupakan langkah dalam mempererat ukhuwah antar umat. Selain
itu, dakwah juga bisa digunakan sebagai media diskusi antar para ilmuwan agar
didapatkan persamaan pemahaman terhadap ilmu dalam Islam. Dakwah juga
dianjurkan dilakukan kepada suadara-saudara kita yang notabennya adalah
non-Muslim. Terlebih karena kita merupakan ilmuwan Muslim, sudah sewajarnya
menyampaikan dakwah berdasarkan kajian teori yang telah dilakukan. Berikut
berdasarkan Hadits
Riwayat Bukhori yang berbunyi:
“Ajaklah
mereka memeluk Islam dan beritahu mereka apa-apa yang diwajibkan atas mereka
yang berupa hak Allah di dalamnya. Demi Allah, Allah memberi petunjuk kepada
seseorang lantaran engkau, adalah lebih baik bagimu daripada engkau memiliki
unta merah”
Hal tersebut juga diungkapkan dalam Q.S Ali
Imran: 110
“Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli
Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang
beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Berbagai tantangan pasti akan
menerjang, seperti penolakan oleh teman-teman, nada meremehkan yang diberikan
olh mereka, bahkan sampai sikap apatis dimana perkataan kia tidak dianggap sama
sekali. Akan tetapi, sebagai ilmuwan/cendekiawan Muslim, badai maupun angin
topan bukanlah suatu rintangan, melainkan pacuan agar dapat meraih kesuksesan
dalam menyebarkan ajaran Islam meskipun hanya sebutir ilmu. So, keep spirit
para ilmuwan Muslim agar dapat
mendakwahkan ajaran Islam dengan semangat dan kemantaban tekad. *spirit*
Feminisme, Its Okay?
Oleh :
Lailatul Maghfiroh
Mendengar
kata feminisme, apa yang terlintas di benak teman-teman?
Ya, feminisme atau yang sering disebut dengan emansipasi
wanita adalah paham bahwa wanita dapat melakukan kegiatan/pekerjaan seperti
halnya pria. Paham feminsime sendiri sudah muncul sejak abad ke 19 di daerah
Eropa. Feminsime sendiri timbul karena pada zaman dahulu, banyak wanita yang
diperlakukan secara rendah oleh pria, dimana wanita dianggap hanya sebagai
pemuas kebutuhan seksual pria. Selain itu, pada zaman dahulu peluang wanita
dalam dunia kerja sangat sedikit dibandingkan pria.
Stereotipe atau pandangan-pandangan umum tersebut yang
menyebabkan timbulnya gerakan emanispasi wanita, dimana wanita membutuhkan
pengakuan bahwa mereka memiliki kompetensi untuk dapat melakukan
pekerjaan/aktivitas sejajar dengan pria. Melalui gerakan inilah akhirnya para
wanita bisa disetarakan dengan pria di kehidupan sehari-hari. Kesetaraan gender
yang dapat dilihat sampai sekarang adalah mengenai tenaga kerja di perusahaan
yang sudah banyak memiliki karyawan wanita. Wanita juga sudah banyak yang
terjun ke dunia politik, militer, dan lain sebagainya.
Kemudian,
bagaimana pandangan Islam mengenai feminisme?
Dalam Islam, wanita dan pria memiliki hak dan kewajiban
masing-masing. Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S An-Nisa ayat 34, “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi
kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian
yang lain, dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian harta
mereka. Sebab itu, wanita yang shaleh adalah yang taat kepada Allah lagi
memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara
mereka…”.
Berdasarkan ayat tersebut, jelaslah bahwa laki-laki
memiliki peran utama dalam sebuah kepemimpinan dan segala aspek lain. Oleh
karena itu, sebagai wanita hendaklah tidak terlalu dominan dalam mencapai
eksistensinya di dunia ini, karena hal tersebut jelas menyalahi kodrat seorang
wanita. Terlebih dalam kehidupan rumah tangga, feminisme wanita harusnya
diperankan dengan mengasuh dan memberikan pendidikan dini kepada anak-anaknya.
Bukan malah untuk mendapatkan penghasilan atau pekerjaan yang lebih tinggi dari
suami, sehingga anak-anaknya ditelantarkan. Selain itu, wanita juga tidak
diperkenankan memiliki rasa iri atas pencapaian yang dilakukan oleh pria
sehingga ingin mengunggulinya, hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT
dalam Q.S An-Nisa ‘ ayat 32:
"Dan
janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikurniakan Allah kepada sebagian
kamu lebih banyak daripada sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki
ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian
dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagaian dari
kurnia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
So, jadilah wanita yang cerdas, sehingga bisa mengaplikasikan emansipasi
wanita dalam porsi yang tepat dan mendatangkan manfaat bagi ummat. :)
PENGUMUMAN! Berikut STRUKTUR ORGANISASI KESPPI 2016
Struktur
Organisasi Kesppi periode 2016
Ketua
Kisa Adentia (2014)
Wakil
Ketua
Lailatul Maghfiroh (2013)
Biro
Kesekretariatan
Amelia Kemalaningrum (2014)
Lailatul Izzah (2013)
Ikhda Izzatul Aqiila (2015)
Siti Mutmainah (2015)
Noor Kholifah (2014)
Felia Kusuma U. (2014)
Biro
Keuangan
Lintang Putri P. (2014)
Nuralitasari (2014)
Mirna Purwati (2013)
Bertha Tya (2015)
Dini Hanifah (2015)
Departemen
POSDM
Herdy Eka S. (2014)
M. Rizky Dwi Putra (2014)
M. Dzikron F. (2014)
Edith Dewani A.R (2015)
Nurul Khusniatun Nadiah (2015)
Rizka Luthfatul (2015)
Ade Syarifa Fathiawati (2015)
Departemen
Litbang
Pramushinta Dyah W. (2014)
Nasyiatul Hasanah (2014)
Adi Setiawan (2014)
Novia Woro P. (2015)
Dwi Aristiawan (2015)
Fachrunniza (2015)
Wiwid Novita (2015)
Annesa Ayuningtias (2015)
Atika Mafaza (2015)
Departemen
HMJ
Chairani Wulandari (2014)
Annisa Permatasari (2014)
Nur Azizah (2014)
Ananda naftalia S (2015)
Adzkia Ra’ida Salm (2015)
Arina Dina (2015)
Diah fatimatuzzahra (2015)
Ummahtuta Yusfi (2015)
Seruni Trie Lyca (2015)
Zahra (2015)
" إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا "
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…” (QS. An-Nisa: 58)
~SELAMAT MENGEMBAN AMANAH BARU~
Subscribe to:
Posts (Atom)










