Bumi

  
Oleh : 
Chamilul Hikam Al Karim

Hasil gambar untuk Bumi

Bumi, ya itulah nama tempat kita tinggal. Bumi menjadi satu-satunya planet yang dapat ditinggali sedangkan, planet yang lain tidak bisa ditinggali. Ada beberapa hal yang membuat bumi jadi layak huni, yaitu karena bumi memiliki lapisan ozon (O3) yang menghalau radiasi ultraviolet dari sinar matahari yang dapat memnyebabkan berbagai permasalahan seperti, kanker kulit, katarak, dan mengganggu pertumbuhan tanaman (Idntimes.com). bumi juga memiliki jarak yang “pas” dengan matahari yaitu tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Jika bumi terlalu dekat dengan matahari maka air di bumi akan menguap di atmosfer sedangkan jika terlalu jauh maka airnya akan membeku sehingga jarak yang “pas” memungkinkan adanya air berbentuk cair. Anugrah besar yang diberikan oleh Allah SWT tentu harus kita syukuri. Wujud syukur yang bisa kita lakukan selain ucapan hamdallah adalah merawat dan menjaga kelestarian dari bumi itu sendiri. Allah telah berfirman yang artinya:
“Dan (ingatlah) tatkala Rabbmu berkata kepada malaikat , ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah’. Berkata mereka, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau?’. Dia berkata, ‘Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al Baqarah : 30)
Berdasarkan ayat tersebut, manusia diberikan “mandat” sebagai khalifah (pengganti). Sebelum adanya manusia sudah ada makhluk lain yang menghuni bumi namun, makhluk-makhluk ini berbuat kerusakan. Hadirnya manusia sebagai khalifah tentunya adalah sebagai pengganti dari makhluk-makhluk perusak dan menjadi makhluk yang memelihara bumi. Pada ayat yang lain Allah berfirman yang artinya:
Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,” mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar” (QS al-Baqarah:11-12) (muslim.or.id).
Secara tersurat Allah SWT menyebutkan bahwa seringkali manusia berbuat kerusakan namun tidak sadar, misalnya membuang sampah yang walaupun terlihat kecil di sungai atau aliran air, mungkin dianggap sepele namun lama-kelamaan akan menjadi kerusakan juga. Bahkan Allah sudah menegaskan dalam surat asy-Syuura ayat ke-30 yang menyatakan bahwa berbagai bencana yang terjadi adalah akibat ulah manusia itu sendiri baik itu kerusakan berupa maksiat dengan merusak alam maupun tidak menjalankan perintah Allah. Seharusnya dengan ayat ayat yang telah disebutkan diatas kita perlu berkaca lagi, apakah kita termasuk makhluk yang berbuat kerusakan atau makhluk yang melakukan perbaikan diatas muka bumi ini.



No comments:

Post a Comment

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com