Oleh:
Silvia Zen
Yang menjadikan agama sebagai
sajadah di jalan-jalan kehidupan
Yang membunyikan lonceng kedurjanaan
di setiap zaman
Yang meruntuhkan aturan dan bengawan
kesopanan
Manusia macam apa kau ini?
Manusia
yang merasa bisa menjadi penguasa
Dan
penguasa yang tidak bisa merasa menjadi manusia
Penguasa
yang tak mengerti di mana menghunuskan pedangnya
Ahh, dasar manusia si penguasa!
Manusia macam apa kau ini?
Ketika bibit kesabaran yang tumbuh
subur itu hancur
Dahan-dahan kearifan melebur
Hanya karena kepentingan semata
Seketika kau sendiri yang murka
Manusia macam apa lagi kau ini?
Ketika
ibu pertiwi sudah tak direpotkan
tuk
menghiasi kepemilikannya
waktu
yang pupus di alam dunia
membawa
raga menuju alam fana
sementara,
seorang bayi menangis kehilangan
merindukan
air susu surga
Hei Kau! Yang mengaku manusia!
Karena
keangkuhan mu
kau
sudah menodai jejak-Nya di alam semesta
Kemudian,
kau cuci tangan mu dan kaki mu
menghanyutkan
abu kejahatan dan kemungkaran
Lalu,
sajadah itu kau hamparkan
seraya
mengucap
“Ya
Allah, ampuni hamba!”
Semarang,
2019

No comments:
Post a Comment